Untung Ada Dana Desa!


Saya tahu sih dalam hal infrastruktur Indonesia itu masih kalah jauh. Terlebih Indonesia konturnya berbukit, lalu ada berpulau-pulau, yang mana jembatan, jalan, saluran air itu sangat perlu. Tapi banyak yang tidak tersedia. Seperti misalnya jembatan saja ‘disumbang’ oleh Toni Ruttiman, seseorang WNA yang dengan baik hati mendesainkan jembatan untuk desa-desa di Indonesia.

Baru-baru ini saya mengunjungi sebuah desa yang terletak di puncak gunung, dengan jalan berbukit, berbatu, dan mengerikan, kalau hujan licin soalnya. Dan rupanya jalan itu baru ada tahun ini karena dibuat dengan dana desa. img_20161020_122721

Kebayang kan, lokasi di puncak gunung, lalu, jalannya dulu itu cuman tanah. Kalau kata kepala desa, untung ada dana desa, jadi bisa membangun jalan seperti ini. Oh ya sebenarnya saya hendak upload video tapi tidak bisa, jadi silakan cek instagram saya saja ya di sini. Di situ saya upload video jalan rabat beton desa ini. Harapannya semoga dana desa bisa dikelola dengan baik untuk kebutuhan-kebutuhan infrastruktur seperti ini.

Oh ya ada satu cerita juga tentang pembangunan kamar mandi, karena di Gorontalo itu namanya toilet sangat amat jarang orang punya atau merasa butuh, maka desa pun membangun toilet . Akan tetapi, karena toilet ini untuk bersama, maka masyarakat saling iri, dan mengunci toilet itu, jika toilet berdiri di lahan rumahnya. Saya masih belum tahu nih solusi mengenai hal itu bagaimana, karena dana desa itu kan dibangun tidak boleh untuk pribadi (jadi harus untuk sama-sama).

Menyelami Keindahan Bawah Laut Indonesia


Indonesia adalah termasuk top destinasi diving di dunia. Bagaimana tidak? Indonesia yang merupakan negara kepulauan, terdiri dari ribuan pulau dan atol-atol, yang, bawahnya atol-atol itu kalau di bawah laut berupa batu-batu karang yang indah. Juga, wilayah Indonesia yang luas, menjadikan beragam keanekaragaman jenis biota laut (jenis ikan dan juga jenis karang) yang beraneka ragam. Oleh karena itu tak heran jika banyak peneliti kelautan (marine scientist atau marine biologist) datang setiap tahun untuk meneliti, contohnya organisasi International Wallacea dari Inggris, yang tiap pertengahan tahun mendatangkan sekitar 200 peneliti ke Wakatobi, bahkan mereka membuat basecamp (semacam pondokan) di Pulau Hoga, Bagian dari Pulau Kaledupa, Wakatobi.

Baca lebih lanjut

Semua Akan Baik-Baik Saja, Asal Jangan Sakit


Sudah merasa lama saya tinggal di Gorontalo, dan saya rasa, semuanya akan baik-baik saja, asal jangan sakit.

Itu adalah yang dikatakan temanku, pada saya, yang mana dia sendiri adalah seorang dokter kontrak di sebuah Rumah Sakit di Kabupaten Gorontalo.

Baiklah, ada beberapa kejadian mengenai kesehatan yang mana saya alami sendiri, lihat dan dengar selama di Gorontalo…

Baca lebih lanjut

Menjawab Surat Terbuka Komunitas CONQ #LGBT


Iwan Yuliyanto

Bismillah …

Di bulan Agustus ini, masyarakat Indonesia dikejutkan dengan adanya 2 komik edukasi anak berjudul “Why? – Puberty” dan “My Wondering Body” terbitan Elex Media Komputindo, yang dinilai bisa merusak keyakinan beragama dan budaya bangsa kita, karena secara provokatif dan terang-terangan menyebarkan propaganda LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender). Visualisasinya secara vulgar menyampaikan pesan: [1] mengajarkan bahwa sesama jenis juga bisa saling mencintai; [2] ajakan untuk menjadi homoseksual; [3] visual lesbian berciuman; [4] visual ajakan melakukan maksiat (disertai ekspresi tubuh). *klik link tersebut untuk melihat visualisasinya*

Lihat pos aslinya 3.183 kata lagi