Movie: Marlina Murderer in 4 Acts


 

Judul: Marlina Pembunuh dalam 4 Babak (Marlina Murderer in 4 Acts)

Sutradara: Mouly Surya

Pemeran: Marsha Timothy, Dea Panendra, Yoga Pratama

Rilis: 2017

 

Karena film ini heboh, maka ketika ada di HOOQ aku pun menontonnya. Marlina, janda, ditinggal mati suami, tiba-tiba hewan ternaknya dirampok berupa ayam, sapi, babi. Jangan dibayangkan ngerampoknya ala heboh film laga. Ngerampoknya juga bukan diem-diem pas empunya tidur malam-malam. Rampoknya ngomong dulu kalau mau ambil. Minta dibikinin makan segala. Dan terang-terangan ngambil ternak Marlina. Setelah ngerampok, mau memperkosa Marlina pula, bergilir 7 orang.

 

Itu Babak 1. Perampokan/ Robbery.

Tapi, babak 1 itu juga sudah di Markus memperkosa Marlina. Dan perampok yang lainnya mati keracunan makanan masakan Marlina.

Babak 2. Journey/ Perjalanan

Marlina pergi pagi-pagi nunggu angkot berupa truk terbuka, dan jadi penumpang di situ. Yang lucu adalah dia membawa kepalana Markus ke mana-mana membuat para penumpang lainnya langsung ngibrit turun dari truk. Marlina duduk di depan sambil menodongkan pedang ke arah sopir truk supaya sopir mau mengantarnya.

Di perjalanan inilah Marlina ketemu Novi, temannya yang hamil 10 bulan, lalu emak-emak yang maksa naik ke truk bersama cucunya hendak mengunjungi cucunya yang lain (begitu ya sepemahamanku. Pokoknya si emak bawa kuda juga yang diangkut di belakang truk).

Marlina menceritakan apa yang terjadi padanya kepada Novi saat mereka turun sebentar. Nggak lama kemudian, datang Franz dan temannya yang mau cari Marlina menghampiri truk itu. Marlina tidak kembali ke dalam truk tapi Novi dengan tekad menyelamatkan Marlina, Novi kembali ke dalam truk.

Truk dikuasai oleh Franz dan temannya (ini mereka adalah kawanan perampok yang ketinggalan di malam sebelumnya). Mereka mendapati teman-temannya mati di rumah Marlina dan kepala Markus terpenggal. Makanya mereka mencari Marlina di jalan-jalan.

Babak 3. Confession/ Pengakuan

Marlina yang ketinggalan di padang ilalang, nemu kuda dan dinaiki kuda itu pergi ke kantor polisi. Sebelum sampai di kantor polisi, dia singgah ke rumah mana sate ayam. Dia titip kepala Markus di situ. Anak tukang sate, Topan, menerima titipan Marlina, sementara Marlina ke kantor polisi.

Di kantor polisi, Marlina dicuekin, karena polisinya malah main pingpong. Marlina nungguin dan sampai akhirnya tiba si polisi mengetik berkas pelaporan. Marlina melapor bahwa dia diperkosa. Tapi polisinya beralasan mau olah TKP saja susah karena tidak ada kendaran, lalu mau periksa visum Marlina juga susah karena alatnya masih tunggu sebulan lagi. Sebuah potret mengenaskan di pelosok.

Marlina kembali ke rumah tukang sate alias Topan. Dan ambil lagi kepala Markus. Marlina mandi di pinggiran pantai dengan kamar mandi bilik setengah, dan Topan duduk di atas pohon memperhatikannya.

Babak 4. Birth/ Kelahiran

Putus asa mencari Marlina, Franz mengancam Novi. Franz membohongi suami Novi kalau Novi sudah tidur dengannya mengakibatkan suami Novi marah dan menamparnya. Franz pun mengancam Novi dan meminta Novi untuk panggil Marlina pulang ke rumahnya Marlina.

Seolah kembali ke adegan babak 1. Franz minta dimasakkan sup ayam oleh Novi sementara menunggu, Franz memperkosa Marlina. Marlina jerit-jerit selama diperkosa dan Novi pun masuk ke dalam kamar dan memenggal kepala Franz. Tak berapa lama, Novi kontraksi dan melahirkan dibantu Marlina.

Tamat.

Komentarku saat nonton film ini adalah logat Sumbanya kurang kental dan masih kaku, dan masih campur logat Jawa, masih campur logat Jakarta. Kemudian, yang aneh adalah apakah memang biasa nyimpan pedang ke mana-mana dan apakah memang orang Sumba terbiasa gampang membunuh begitu dan bawa kepala ke mana-mana? Itu apa nggak malah menimbulkan perang saudara ketika saudara-saudara perampok itu mau balas dendam sama Marlina?

Lalu, anehnya, adalah orang mau ngerampok bilang-bilang dulu. Sudah gitu, apa ya kalau janda itu bisa semena-mena ditidurin? Aku nggak tahu, apakah memang seperti itu yang mau digambarkan oleh film ini? Bahwa masyarakat Sumba sebarbar itu dan serendah itu memandang janda sehingga boleh aja harta berupa ternak diambil dan diperkosa?

Kemudian sosok mumi yang duduk menyila di ruang tengah di rumah Marlina. Aku nggak tahu itu apa awalnya. Ternyata adalah suami Marlina yang nantinya dikubur setelah Marlina mengumpulkan duit dan mengadakan acara adat penguburan.

Lalu, apakah sudah lazim seorang perempuan bisa dengan mudah menebas kepala orang? Aku tak tahu. Tapi, lagi-lagi, apakah pesan tersirat film ini memang mau bilang orang Sumba ganas-ganas, dikit-dikit main pedang?

Lalu masalah kuda yang ditemukan Marlina di pinggir ilalang Sumba. Lah, itu kudanya siapa kok main bawa aja? Terus waktu Marlina kembali ke rumah, kudanya dikembaliin gitu? Kecepatan kuda apakah sama dengan kecepatan mobil truk atau motor? Kok kayaknya waktunya nggak jauh beda ya.. Hmm. Entah ya  lagi-lagi aku tak tahu tapi merasa aneh aja.

Lainnya adalah tentang si tukang sate. Tukang sate adalah hal yang sangat amat jarang ditemui di daerah pelosok. Apalagi sate ayam. Kalau sate biasanya tergantung daerahnya. Di Gorontalo sendiri, yang khas itu sate tuna, dan kalau GOrontalo-Arab biasanya jual sate kambing atau sate sapi. Kalau sate ayam itu yang jualan biasanya orang Madura. Tapi di film Marlina, yang jualan adalah orang Sumba lho. Agak aneh. Mana penyajiannya cepat sekali. Setahuku orang Madura masak sate juga nggak secepat itu.

Lalu adegan saat sopir truk akhirnya dibunuh temannya Franz. Emangya karena telah membawa Marlina dia jadi tiba-tiba dibunuh? Lah terus kan Marlina udah nggak numpang lagi, emangnya si sopir tahu ke mana Marlina pergi? Kenapa jadi menyalahkan sopirnya? Kasihan amat si sopirnya. Udah gitu temannya Franz setelah membunuh sopir juga ditinggal sama Franz. Temannya Franz apa nggak menyambangi Marlina lagi? Kan dia belom mati. Herannya, temannya Franz malah balik arah, nggak ngejar truk yang disetirin sama si cucunya emak-emak penumpang tadi. Lah, ngapa yak itu si temannya Franz malah nggak ngikutin Franz lagi? Bosen kali ya?? Lelah?

Yang aneh adalah saat Marlina menitipkan kepala Markus, udah dimasukkan dalam kotak. Padahal tadi kan dibawa-bawa gitu aja tanpa apa-apa cuma diikat. Trus nemu kotak di mana? Apa waktu minjem kudanya orang sekalian ama kotaknya? Setelah ngambil lagi kotaknya di rumah Topan, Marlina memindahkan kepala Markus ke dalam karung. Lagi-lagi, di mana nemu karung? Minta sama Topan?

Terus, masalah Novi yang belum juga lahiran walaupun sudah 10 bulan. Aku pun bertanya-tanya, emangnya masalahnya di mana kalau lahirnya sungsang? Oh setelah googling ternyata kalau lahir sungsang, artinya si ibu ada main dengan lelaki lain. Ada-ada saja. Apa hubungannya? Suami Novi tempramen sekali dan langsung percaya kata-kata Franz. Apakah memang semua laki-laki Sumba kayak suaminya Novi ini?

Adegan yang lucu menurutku ketika emak-emak duduk di truk bagian belakang, dan Marlina masih mengacungkan pedang ke leher sopir, si emak nyeletuk, “He Nona, apa tak capek tanganmu bagitu terus?” lalu Marlina baru menyarungkan pedangnya.

Masalah ayam juga. Dua kali ini. Markus minta dimasakin sup ayam. Franz juga. Padahal kan ternaknya di rumah Marlina sudah diambil? Terus dari mana ayamnya dapatnya? Belum selesai masalah ayam, gimana cara Marlina meracun perampok lainnya di dalam sup ayam? Aku tak tahu. Tapi setelah googling, katanya pakai kersen. Emangnya semematikan itukah kersen sebagai racun? Tidak tahu, tapi kok langsung pada mati setelah makan sup ayamnya?

Yang bagus dari film ini adalah sinematografinya, sabana di Sumba dan jalanan berliku nan panjang yang jarang banget kendaraan ada. Yah, indah di dalam frame, tapi kalau disuruh tinggal di sana, mungkin aku mikir-mikir lagi.

Kamar mandi berupa bilik itu juga masih banyak ditemui di daerah-daerah terpencil. Jangan mikir ada jambannya. Nggak ada. Cuma bejana isi air aja. Air bekas mandinya ngalir di bawah situ.

Trailer Marlina

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s