What People Dream, What People Reach, What People Leave


Kemarin hari saya menulis tentang apa-apa yang menghambat jodoh, ya termasuk menghambat rezeki. Salah satunya adalah visi misi hidup. Nah berhubung saya kebanyakan galau, saya sendiri sebetulnya belum menemukan visi misi hidup saya mau dibawa ke mana.  Baca lebih lanjut

Iklan

Better You Die: Kita terbiasa hidup bohong dan dibohongi


Saya tahu, ini adalah salah saya. OKe, saya akui itu. Saya memang KKN dan memang KKN menyita waktu jatah tidak masuk kuliah yang hanya sebesar 25% pada mahasiswa. Itu terjadi di fakultas saya. Saya tidak tahu apakah di fakultas lain terjadi hal yang sama. Dosen saya tidak mau tahu dan mengatakan bahwa seharusnya mahasiswa bisa dewasa dan menghitung jatah waktunya untuk tidak masuk yang berkurang karena KKN. Secara tidak langsung, dia mengatakan saya tidak dewasa. Ia mengatakan, peraturan 75% kehadiran sudah ada dari dulu dan akan selalu berubah lebih ketat. Alasan tidak masuk kuliah, apapun itu, haruslah kurang dari 25%. Ia bilang lagi, saya yang salah tidak memperhatikan aturan akademik dari awal. Lalu ia mencontohkan bahwa kalau terlambat pada kereta api atau penerbangan, kita tidak bisa protes ke siapapun. Sama seperti itu. Baca lebih lanjut

Protektif


Saya sebenarnya selalu heran, dengan teman-teman saya yang ternyata banyak sekali pantangan dan larangan oleh orangtuanya. Heran saya seribu heran. Apa mungkin karena orang tua saya saja yang terlalu bebas? Ya, orangtua saya memang membebaskan apapun yang saya lakukan, oleh karena itu mungkin saya yang jadi agak terheran-heran melihat beberapa orang teman yang terlalu ‘dilindungi’ oleh orangtuanya.
Baca lebih lanjut

Tips memilih….?


Ehem, sebelumnya mungkin biarkan aku tertawa geli sejenak.. Begini, beberapa waktu lalu ada seorang temanku yang menulis di blognya mengenai tips memilih pasangan hidup (karena temanku laki-laki, maka dia sepemahamanku, sih, judulnya jadi , “tips memilih istri”). Ya judulnya sih tips memilih pasangan hidup baik istri maupun suami. Tapi… tetep aja kok lebih mengarahnya ke ‘istri’. Kenapa? Karena Baca lebih lanjut