Segitu Hinakah Jomblo?


Umur late 20 dan menjelang 30, sudah cukup banyak suara menyuruh kapan nikah, dan bahkan kalau tidak kunjung bawa gandengan (meskipun belum halal) dianggap salah, hina, dan lain sebagainya.

Sebetulnya, apa permasalahan orang-orang itu, sampai-sampai terus-terusan menyuruh nikah cepat? Memangnya nikah cepat menjamin kebahagiaan? Memangnya nikah cepat menjamin langgeng? Memangnya… ah sudahlah.

Toh walaupun kita sendiri lihat banyak pasangan nikah yang lalu bercerai, lalu pasangan yang sudah nikah lalu salah satunya selingkuh, dan yang begini lah begitulah, semua orang ada ujiannya. Lalu, kenapa saya yang diberi Allah ujiannya berupa  belum dipertemukan jodohnya dan dipersatukan, seolah-olah dosa saya belum menikah dan tidak ada pacar, adalah hal yang amat hina dan salah?

Sejak lulus kuliah hingga sudah kerja, sudah sejak dulu saya itu pengen nikah cepat. Tapi mungkin takdir belum saatnya. Hingga bertahun-tahun setelah lulus kuliah pun belum juga kunjung menikah. Ada saat di mana tahun rumah saya kebanjiran undangan pernikahan, artinya teman-teman saya beramai-ramai menikah di tahun yang sama atau bahkan berdekatan tanggalnya. Ada pula saat di mana saya enggan menghadiri berbagai undangan itu, bukan berarti saya tidak berbahagia teman saya menikah, tapi saya lebih enggan orang-orang menanyai ini-itu yang tidak penting dan tidak memberi solusi.

Saya juga benci sekali tuh sama orang-orang (dan mungkin teman atau saudara) yang nyuruh cepat-cepat nikah, lalu menebar janji manis yang bilangnya mau cariin lah, mau bantu lah, tapi ketika ditantangin ditagihin janjinya beneran, eh mana malah ngilang bak asap. Dasar nggak tahu sopan santun. Emang kalian-kalian itu yang kayak gitu merasa lebih tinggi ya karena sudah lebih dulu nikah, dan menganggap kami-kami itu rendahan karena belum menikah ? Sampai-sampai mempermainkan dengan cuma godain dengan tawaran-tawaran tidak nyata dan cuma main-main. Saya beri tahu ya, kalau memang tidak niat bantu, mending tidak usah. Cuma basa basi itu buat apa? Busuk. Lihat nanti balasan perbuatan kalian seperti itu, memangnya bakal langgeng itu rumah tangga kalian? Nikah gampang, mempertahankannya bukannya lebih sulit? Makanya jangan sombong.

Orang-orang yang belum mengenal saya pasti heran kenapa nggak ada pacar. Tapi orang-orang yang sudah mengenal saya pasti tahu saya itu orangnya anti pacaran. Mungkin kalau dosa itu nggak kelihatan ya, jadi orang akan anggap, ah nggak apa-apa lah pacaran, kan nggak ngapa-ngapain. Yang namanya dosa, saya itu takut kalau balasan atas dosa pacaran akan Allah timpakan ketika nanti berumah tangga. Contohnya aja kalau kita mencuri Rp10.000, iya jumlah yang kecil kan, tapi balasan Allah itu bisa berlipat, sepuluh kali lipat bisa jadi, meskipun sudah bertaubat, tapi tidak akan menghilangkan balasan atas apa yang kita perbuat. Nah makanya saya itu takut kalau nikahnya didapat karena prosesnya yang nggak diridhoi Allah. Iya nikah, tapi lalu Allah akan beri balasan atas dosa pacaran itu. Balasan dosa pacaran itu bisa nggak kelihatan, kasat mata, dan bertahun-tahun kemudian baru kelihatan, bisa yang nggak harmonis sama pasangan, bisa yang hubungannya sama pasangan jadi dingin, bisa pasangannya jadi berubah dan jadi jauh dari Allah, bisa yang anaknya kenapa-kenapa, dan mungkin lain-lain bentuk balasan atas dosa itu, dan bisa jadi balasannya diakhirkan di akhirat dan di dunia terlihat langgeng bahagia, sampai cicit cucu, tapi kita kan tidak tahu apa-apa kan?

Makanya, plis, plis, plis, yang sudah menikah, plis biasa aja. Nggak usah mojok-mojokin yang belum nikah. Kalau bisa bantu ya bantu. Kalau nggak bisa, nggak usah basa-basi yang nggak perlu. Kalau nggak bisa, juga nggak usah nanya-nanya usil kayak sendirinya punya rumah tangga paling sempurna aja. Kalau sama-sama belum nikah ya nggak usah saling hina, kayak sendirinya jomblo berkualitas banget (iya itu kan di mata kamu sendiri, gimana kamu nilai diri kamu, memangnya orang lain menilai hal yang sama? Plis jangan sombong).

Udah ya. Sekian dan Terima angpau.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s