[Book Review] Rumah Nuansa Islami


rumah nuansa islamiJudul: Rumah Nuansa Islami

Penulis: Anjar Primasetra

Penerbit: Griya Kreasi

Apa yang terlintas ketika membaca judul buku ini? Kalau saya sih, Apa sih yang beda dengan rumah biasa dan rumah bernuansa Islami? Bukankah rumah juga tergantung penghuninya? Sebelum saya buka buku ini, saya sempat diskusi dengan beberapa orang dan jawabnya: Mungkin ada musholanya, terus ada kaligrafinya, kamar mandi atau WC tidak menghadap kiblat (sehingga buang air tidak menghadap kiblat). Saya pikir, oh betul juga, mungkin begitu.

Ternyata pun, hal-hal hasil diskusi tadi itu tidak meleset, dan betul ada di dalam buku ini. Bagaimana rumah yang Islami adalah rumah yang menerapkan prinsip-prinsip Islam dan juga simbol-simbol dalam rumah yang merepresentasikan nilai-nilai Islami, seperti bentuk vertikal bangunan yang bermakna hubungan dengan Sang Khalik.

Selain itu, desain rumah yang ditawarkan tidak hanya berupa konsep Islam, tapi juga konsep dan gambaran surga itu sendiri, harapannya agar orang-orang yang di rumah bisa betah tinggal di rumah. Oleh karena itu, tidak heran dalam buku ini juga ditawarkan desain-desain yang menyatu dengan alam, seperti penempatan taman, kolam, jembatan, atau tanaman rambat untuk pagar. Tidak cukup hanya terlihat seperti surga di dalam, maka konsep rumah yang Islami juga haruslah menyatu dengan lingkungan sekitar, sebab Islam sendiri mengajarkan untuk peduli dengan tetangga, dan tidak bersikap individualis. Desain yang tidak individualis tersebut tampak pada pagar yang rendah, dengan lubang-lubang (memakai glassblock) atau sisa pecahan genteng, dan ditambah dengan aplikasi tanaman rambat.

Rumah yang Islami juga bukan berarti rumah yang mewah, dan berbiaya besar. Rumah justru harus memanfaatkan lingkungan alam sekitar, seperti cahaya dan udara. Dalam konsep Islam sendiri, kita tak boleh merusak alam, dan juga tidak boleh boros. Oleh karenanya, desain yang ditawarkan berupa bukaan-bukaan jendela yang banyak, dan juga memanfaatkan udara dan cahaya dapat masuk lebih leluasa, sehingga sirkulasi udara dan cahaya cukup.

Tak lupa juga, rumah perlu dipisah oleh area privat dan area publik, sebab dalam rumah pasti ada aib-aib pemiliknya yang tidak perlu ditonjolkan, juga perlu menjaga privasi anak-anak perempuan dan juga istri dari tamu. Maka, desain rumah bisa menggunakan partisi untuk memisah antara ruang privat dan ruang publk.

Overall, buku ini bagus, karena ibuku sampai komentar: Kamu besok kalau bikin rumah yang kayak gini. Hahah.

Iklan

5 thoughts on “[Book Review] Rumah Nuansa Islami

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s