The Casual Vacancy (Book Review)


casual vacanccy_0001-Judul: The Casual Vacancy

Penulis: JK. Rowling

Penerbit : Qanita (Mizan Publishing)

Bagi penggemar Harry Potter, tentu nama JK Rowling sudah tak asing lagi. Nah, kali ini Jk Rowling menyuguhkan sesuatu yang berbeda dari dunia sihir. Ia berkisah tentang dunia nyata: politik, hubungan keluarga, pertemanan, seks bebas, narkoba. Bagaimana ia meramu semua tema-tema besar itu? Tentu Rowling tak hilang akal…

Barry Fairbrother adalah tokoh sentral yang mewarnai kisah ini. Dia dibuat mati pada halaman awal. Cerita pun beranjak ke keluarga lain. Dengan setting tempat kota Pagford yang kecil, semua orang hampir saling kenal, sering bertemu dan gosip menyebar sangat cepat, Rowling menceritakan detail-detail kisah per karakter dengan baik. Konflik utamanya adalah perebutan kursi dewan yang ditinggalkan Barry, dengan isu-isu yang selalu diperjuangkan Barry: daerah kumuh bernama Fields dan juga klinik untuk pencandu narkoba, klinik Bellchapel.

Tokoh yang ada di novel ini antara lain adalah keluarga Mollison, pasangan Miles dan Samantha yang secara kebetulan mengantar Barry ke Rumah sakit dengan ambulans. Lalu, pasangan keluarga Wall yang menemani janda Mary Fairbrother di Rumah sakit. Keluarga Mollison membawa gerbong keluarga yang tak ketinggalan dikisahkan: Howard ayah Miles, Shirley ibu Miles yang bekerja sebagai sukarelawan di Rumah Sakit, serta anak-anak Miles dan Samantha: Lexie dan Libby. Keluarga Wall, yakni pasangan Collin dan Tessa dengan anak mereka, Stuart Wall (atau biasa disebut Fats). Teman dekat Fats di sekolah, Andrew Price dan keluarganya, Simon sang ayah pemarah dan Ruth sang ibu, yang mana sang ibu yang penurut dan ia bekerja sebagai perawat. Ruth berteman dengan Shirley di Rumah Sakit. Collin sendiri adalah wakil kepala sekolah dan Tessa adalah guru bimbingab konseling. Murid yang sering ditangani Tessa adalah Krystal Weedon, yagn ternyata berpacaran dengan Fats, dan anggota tim dayung, dengan adik verusia 3,5 tahun bernama Robbie, dan ibu seorang pencandu yang berada di bawah pengawasan, Terri Weedon. Terri sementara ditangani petugas sosial bernama Kay Bawden, yang memiliki seorang putri bernama Gaia Bawden. Gaia ini bersekolah di sekolah yang sama dengan Andrew, Fats, Krystal dan juga Sukvinder. Kay memiliki pacar yang berkantor di firma yang sama dengan Miles, Gavin. Gavin ini adalah seorang sahabat Barry. Sedangkan Sukvinder adalah orang keturunan India, ibunya adalah Parminder, dokter yang menangani Howard dan juga Nana-Cath (atau nama aslinya Catherine Weedon, nenek buyut Krystal) dan ayahnya adalah Vikram, dokter bedah jantung yang pernah menangani operasi bypass Howard. Sukvinder adalah anak kedua, kakaknya Jaswant, dan adiknya Rajpal. Sukvinder seringkali di-bully oleh Fats.

Sebegitu banyak tokohnya dan itu semua diceritakan secara bergantian dengan sudut pandang orang ketiga. Sebetulnya adalah konflik yang terjadi biasa, sehari-hari. Percakapan-percakapan yang dilakukan pun seolah seperti tidak penting dan biasa. Tetapi dalam tiap percakapan itu, reaksi tokoh-tokoh berbeda-beda, dengan pikiran yang bermacam-macam dan harapan yang berbeda akan tiap kejadian. Semua itu menunjukkan karakter tokohnya yang berbeda, yang angkuh, lemah, tak berdaya, pemberani, pemberontak, sopan tapi memendam, dan lainnya.

Mungkin di awal, pembaca akan bingung, sekarang yang diceritakan Miles, lalu beralih ke Collin, lalu Krystal. Sebenarnya kebingungan itu akan segera sirna, Rowling menyajikan tiap adegan dengan karakterisasi tokoh yang kuat, di mana kita sebagai pembaca akan mendapat gambaran yang jelas seperti apa tokoh-tokohnya bersikap.

Kepiawaian Rowling adalah menghubungkan tokohnya yang banyak itu dengan satu tokoh sentral yang sayangnya memang sudah mati: Barry. Keluarga besar Mollison tidak suka Barry karena ide yang diusungnya, Parminder yang juga anggota dewan menyukai Barry dan selalu mendukung pendapat Barry, Gavin yang sahabat Barry ternyata menyukai istri Barry, Krystal adalah gadis yang selalu diperhatikan Barry karena keadaannya sampai-sampai membuat Mary kesal terhadap Krystal, Krystal sendiri mengikuti tim dayung karena Barry.

Ketegangan yang diciptakan pengarang dalam percakapan sangat terasa. Rasanya nafas jadi memburu dan ikut merasakan atmosfirnya. Contohnya seperti ketika Simon marah-marah pada keluarganya saat Hantu Fairbrother menyerang di website dewan, atau adu mulut antara Samantha dan Miles ketika Samantha ketahuan mencium Andrew di pesta ulangtahun Howard, atau ketika Parminder marah-marah kepada Sukvinder , Parminder membocorkan rahasia medis Howard ketika rapat anggota dewan, Krystal marah kepada Terri dan Obbo, dan lainnya.

Akan tetapi, kesedihan yang dirasakan tokoh-tokohnya kurang terasa mengguncang. Rasa speechless yang terjadi ketika Andrew melihat Fats mencium Gaia, padahal Andrew yakin Fats tahu dirinya suka Gaia, atau ketika Sukvinder tertekan dipandang rendah ibunya dan juga di-bully Fats yang membuatnya mengiris-iris nadinya, atau kesedihan Krystal saat tahu adiknya meninggal, rasa bersalah Fats ketika tahu  adik Krystal tenggelam saat dirinya sedang bersama Krystal.

Baca Casual Vacancy perlahan-lahan, karena kalau dilompat-lompat, maka akan jadi bingung. Tiap adegan, tiap kejadian, membuat perubahan di setiap kejadian selanjutnya. Perkembangna karakter juga tidak dilupakan oleh Rowling. Ada karakter-karakter yang berubah setelah mengalami beberapa kejadian.

Akhir kata, nikmatilah Casual Vacancy. Novel yang manusiawi, jauh dari hiruk pikuk ajaib-ajaib, jauh dari dunia cerita anak-anak dan petualangan menakjubkan. Inilah dunia sekitar, inilah kenyataan. Kita bisa melihat bahwa seks itu bagi remaja di sana adalah biasa. Kita melihat banyak pernikahan tidak bahagia, dan juga keluarga-keluarga yang hidup tertekan satu sama lain: ayah yang suka membentak, ibu yang hanya bisa menurut, anak yang kelihatannya baik-baik saja, pendiam tapi menyerang, anak yang dipandang rendah dan dibandingkan dengan saudaranya, seorang istri yang suka pada orang lain, seorang laki-laki yang ada dalam hubungan yang rumit dan merasa tidak bisa lepas dari wanita itu, remaja yang di-bully atau diperkosa dan bagaimana orang dewasa tidak mau mempercayainya, pandangan rendah orang lain terhadap orang lainnya hanya karena tempat tinggalnya, strata sosial yang tampak kasat mata, hubungan suami-istri yang tampaknya harmonis beradab, ternyata kaku dan memendam hal besar, dan lainnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s