One Meaning Thousand Ways: I Love You (Book Review)


one meaning thousand ways1Judul: One Meaning Thousand Ways

Penulis: Ardelia Karisa

Penerbit: Bentang Belia

Ramya adalah seorang mahasiswa yang nyambi jadi penyiar, penulis novel, dan juga asisten dosen. Ia dengan mudah dapat resume dari dosennya untuk kuliah di Amerika. DI Amerika, dia bertemu dengan Chris, seorang tetangga dan juga dosen. Di Indonesia sendiri, ada Arian, orang yang suka dengan Ramya. Ada juga Aiko, tokoh yang dulunya pacar Chris tapi lalu berselingkuh dengan Rabb.

Adegan dibuka dengan lamaran Arian kepada Ramya. Lalu, flash-back ke belakang, karena Ramya masih belum bisa melupakan Chris.

Endingnya seperti yang sudah diduga, adalah Ramya dilamar Chris. Klise?Memang.

Seorang tokoh yang sempurna, keluar negeri, bertemu bule ganteng lalu menikah.

Walaupun tentu saja ya ada halangan, hambatan dan lainnya. Misal culture shock yang dialami Ramya. Lalu yang awalnya Chris hanya menganggap Ramya pelarian dari Aiko. Tapi yah rasanya kesulitan-kesulitan yang dialami Ramya terasa remeh dan temeh dibandingkan segala kelebihan yang dia punya.

Aku tidak terlalu suka tokoh yang sempurna, yang punya segalanya, lalu mengalami masa-masa yang tidak tampak menyusahkan, dan berakhir bahagia. APa serunya baca cerita macam ini? Nggak ada, kan? Oleh karena itu, novel ini bisa kuselesaikan dalam waktu singkat, dengan cara baca dilompat-lompat. Sekalipun si pengarang menggunakan berbagai sudut pandang: dari Chris, Ardian dan Ramya, tapi aku tidak bingung.

Tapi yah, rasa ‘bule’ si Chris agak kurang terasa, karakter bulenya kurang nampol, dan masih seperti orang Indonesia. Sedangkan Arian karakternya tidak sesuai penampilan, deh, walaupun digambarkan dia itu ganteng, dan banyak cewek antri. Karakter-karakter di novel ini tidak terasa nyata, Ramya yang seperti tokoh khayalan (walaupun tentu saja aku mengenal dan tahu beberapa orang yang lebih hebat daripada Ramya, tapi mereka manusiawi, dan sayangnya Ramya tidak tampak manusiawi), Chris tidak seperti cowok bule, dan Arian yang karakternya tidak seperti cowok-cowok ganteng dan macho. Helo, ngapain, sih cowok ganteng dan punya banyak kelebihan harus menghamba pada Ramya? Walaupun ada sih cowok gagal move on seperti dia, tapi sekali lagi Arian terlalu tidak nyata untuk menghamba-hamba pada Ramya. Chris juga rasanya tidak nyata kalau terus dia sampai ngejar Ramya ke Indonesia. Nggak tahu ya, walaupun kenyataan mungkin banyak yang lebih dahsyat daripada sekedar mengejar cinta ke tempat dia berada, tapi penggambaran itu semua terasa tidak nyata….

Alhasil… silakan nikmati novel ini untuk membunuh waktu tunggu. Setidaknya, novel ini diceritakan dengan gaya bahasa yang menarik dan tidak membosankan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s