Tips untuk KKN ke Luar Jawa


Pada dasarnya, pengajuan untuk KKN ke mana pun itu, adalah sama konsepnya. Yang membedakan cuma tujuannya. Berhubung saya kuliah di UGM dan saya kemaren KKN di Lombok Timur, maka boleh lah saya ceritakan sedikit pengalaman dan juga cara-cara yang harus ditempuh (mungkin beberapa tips juga).

1.NIAT

Yang pertama dan paling penting adalah NIAT. Niat untuk mengawali sesuatu. Mau ke mana, dulu? Harus jelas. Mau KKN ke Luar Jawa? Mana? Lombok? Sumbawa? Belitong? Maluku? Yang jelas!

2. MULAI Bergerak

Kalau mau KKN pas semester pendek (pertengah Juli hingga Agustus), maka harus dipersiapkan pada semester sebelumnya. Katakanlah sekarang bulan Desember 2010, dan mau KKN pas bulan Juli-Agustus 2011, maka harus dari sekarang juga perlu mempersiapkan segala-galanya. Nggak bisa cuma niat tapi nggak gerak-gerak. Gimana mau tercapai tu tujuan, coba?

3. Cari Informasi dulu

Bergerak nyari informasi dulu. Untuk yang mau gabung ke KKN-an orang lain, cari info siapa-siapa aja yang membuka lowongan untuk KKN ke Luar Jawa. Biasanya, kalo di semester-semester ini sudah santer terdengar kabar bahwasanya si anu mau ke Karimun Jawa, si anu mau ke Bali, si anu mau ke Maluku, dll. Nah, pasang telinga baik-baik dan putusin mau gabung sama siapa dan ke mana. Biasanya, informasi lowongan ini kalau masih awal-awal (awal-awal itu anggaplah awal semester ganjil) cuma close recruitmen. Jadi, jangan harap kalo misalnya liat pengumuman open recruitmen di papan pengumuman pas masa-masa ini.

Kalau mau bikin sendiri? Nah, kalau nggak mau gabung ke kelompok mana-mana yang udah punya tujuan sendiri, gitu, gimana? Atau, pengennya KKN sekalian piknik bareng temen-temen sendiri? Sekali lagi, cari informasi.

Di sini, ada dua pilihan: Lanjut atau bikin baru.

Maksudnya adalah, kalau lanjut itu ya ngelanjutin KKN kakak angkatan sebelumnya di tempat yang sama. Proposal dan lain-lain juga ngelanjutin. Jadi, udah tinggal lanjut, tentang orang-orang di tempat tujuan juga udah ada, tentang mitra yang bakalan membantu juga tinggal lanjutin yang dulu. Kalau bikin baru, bener-bener berburu informasi sedetil-detilnya. Misalnya mau ke Lombok, harus cari-cari: Lombok bagian mana, kecamatan mana, desa mana. Harus gali lagi keadaan desa tersebut gimana, apa yang perlu dibangun, dan lainnnya.

Pada intinya, lanjutin program KKN yang sebelumnya atau bikin yang bener-bener baru ide sendiri, bisa dibilang lebih gampang kalau tinggal lanjut. Tetapi nggak segampang kelihatannya juga. Beneran, ada beberapa proposal yang cuman ngelanjutin dari tim KKN sebelumnya, tapi batal berangkat, ada yang proposal nggak lolos saringan, ada yang bubar duluan sebelum mengajukan proposal, dll.

Nah, kembali ke topik : CARI INFORMASI, dan terutama buat yang mau bikin tim sendiri. Ingat, kan niatnya tadi mau ke mana? Misalnya ya kalau mau ke Lombok, segera cari mahasiswa yang dulu KKN di Lombok. Bisa tanya-tanya ama dia juga tentang infomasinya.  Atau, cari mahasiswa yang mau KKN dan dia orang Lombok asli. Orang tersebut bisa ditanyai-tanyai tentang tempat dia tinggal tsb dan syukur alhamdulillah kalo orang itu mau gabung ke tempat kita. Atau, cari link-link ke mana, aja. Bisa sodara, atau temennya orangtua, atau siapa pun yang bisa bantu untuk mencapai ke tempat tujuan. Pokoknya cari informasi sebanyak-banyaknya! Jangan ngerasa cukup dengan informasi yang dipunya.

Sekedar intermezzo, ya, kalau saya dulu, informasi itu dari temennya temen, yang mana temen itu adalah baru kenalan karena dikenalin sama temennya temen waktu ketemuan bareng untuk membahas ini. Bingung, kan? Yaudah, nggak usah dipikirin. Temennya temen itu lalu menghubungkan saya dan temen-temen dengan tetangganya, pemuda desa yang juga ketua karang taruna di sebuah desa, namanya Lendang Nangka, di Lombok Timur. Ketua Karang Taruna ini–sebut saja namanya Mas Eko, akhirnya kontak terus dengan kami. Dan syukur alhamdulillah  ada teman yang orang Lombok dan bersedia gabung dengan tim kami. Maka, teman tersebut dan Mas Eko terus kontak-kontak. Selain daripada itu, pakdenya temen juga ada yang mantan kepala dinas di Lombok, sehingga kami pun dikasih kontak orang-orang dinas di Lombok.

4. Kelompok

Berdasar informasi yang telah didapatkan, bisa mutusin mau gabung ke kelompok mana. Kalau bikin kelompok sendiri, juga harus berkoar-koar dari jauh-jauh hari, kalau nggak mau mendadak kekurangan orang. Misalnya mau bikin tim KKN sendiri, ya cari orang dengan menebar pengumuman. Mau close recruitment atau open recruitment? Biasanya lebi murah close, karena kan bisa temennya temen, sehingga mungkin kredibilitasnya bisa dijamin juga. Tapi nggak mesti, juga, kok. Kalau mau open recruitmen bisa juga, caranya dengan pasang papan pengumuman. Harus selalu diingat, bahwa satu tim KKN terdiri dari minimal tiga klaster dan maksimal empat klaster.

Apa itu klaster?

Di UGM, dibagi jadi 4 klaster:

BGST/Saintek: fakultas teknik, Mipa, biologi, geografi.

Humaniora: isipol, Ekonomi dan Bisnis, ilmu budaya, filsafat, hukum.

Agro: peternakan, pertanian, teknologi pertanian, kehutanan.

KK: kedokteran umum, kedokteran gigi, farmasi.

Hitung juga kebutuhan orang untuk satu kelompok dan kebutuhan per klaster. Satu kelompok KKN minimal 20 orang, dan maksimal 30 orang.  Mau berapa orang per klaster, harus dipikirkan. Ini juga tergantung nanti program KKN yang diusung, membutuhkan orang dari klaster apa? Ingat, klaster. Jangan terpaku pada jurusan. Untuk kelompok, ya karena namanya manusia, jangan terlalu saklek banget di awal-awal. Sebab semua bisa berubah, seperti halnya manusia itu sendiri. Akan ada banyak orang keluar-masuk kelompok KKN kita menjelang keberangkatan KKN. Tetapi harus diusahakan ada tim inti di dalamnya sehingga ketika ada teman yang keluar, maka tidak akan ada masalah dengan tim KKN sehingga tetap bisa berjalan.

Oya, tegaskan juga bahwa kalau KKN ke Luar Jawa, kalau tidak dapat dana, maka ujung-ujungnya patungan. Harap diingat. Jangan sampai ada teman yang sudah lama gabung, tapi mendadak keluar begitu tau beban dana yang dipikul. Jangan sampai juga, ketika ada teman sudah lama gabung, tiba-tiba tidak bisa bayar patungan, sehingga malah membebani teman lainnya.

5. Cari Dosen

Begini, untuk prosedur pengajuan proposal KKN ke LPPM (LPPM adalah lembaga yang mengurusi tetek bengek KKN), diharuskan yang mengajukan proposal tema KKN adalah dosen, dan mahasiswa hanya membantu. LPPM akan mengundang dosen dari semua fakultas dan juga pusat studi untuk ditawari membuat proposal KKN. Sayangnya, nggak semua dosen yang diundang datang, dan nggak semua dosen yang datang akan dengan serta merta sukarela mengajukan proposal KKN.

Maka, yang berlaku adalah sebaliknya. Yang ajukan tema KKN dan juga proposal adalah mahasiswa, tetapi dengan menggandeng dosen. Dosen tetap ditulis sebagai pengusul tema di proposal.Oleh karena itu, harus dipahamkan kepada beliau bahwasanya beliau yang bertanggungjawab atas nama proposal. Ini sangat penting. Dan bisa jadi bumerang kalau dosen nggak tahu mengenai hal ini. Nggak mau kan kalau dosen berkata, “lah saya dimintai tolong mahasiswa,” dan beliau berlagak tidak tahu apa-apa.

Ketika cari dosen, sudah harus punya tempat. Nanti dosen akan bertanya tempatnya di mana, seperti apa, dan potensi tempat tersebut. Berdasarkan hal itu, dosen akan mempertimbangkan kecocokan pengalaman dan bidangnya untuk menerima atau menolak menjadi dosen pengusul tema atau dosen pembimbing lapangan.

Dosen pengusul tema dan dosen pembimbing lapangan ini berbeda. Sehingga, bisa dua orang yang berbeda pula. Tetapi, bisa juga orang yang sama. Tergantung dosennya, mau atau nggak.

Untuk KKN ke Luar Jawa, ada kewajiban bagi dosen pembimbing lapangan untuk berkunjung. Dan ingat, bahwa LPPM tidak akan membiayai kunjungan dosen ke lokasi KKN. Maka, dosen harus siap dana untuk ini, atau mahasiswa yang carikan dukungan dana untuk dosen.

Sekedar cerita, dosen pengusul tema dan dosen pembimbing lapangan (untuk selanjutnya disingkat DPL), tim KKN saya berbeda. Yang dosen pengusul tema adalah dosen Ilmu Budaya, DPL adalah dosen kehutanan. Artinya, dosen kehutanan tersebut yang bersedia mengunjungi ke lokasi KKN. Beliau pun bersedia akan dana pribadi, sebab beliau sedang ada penelitian di Lombok. Sayang sekali, di tengah perjalanan sebelum KKN dimulai, DPL kami meninggal dunia. Maka, tim kami mengusulkan kepada dosen pengusul tema untuk menjadi DPL sekaligus. Alhamdulillah beliau bersedia dan bersedia akan dana pribadi untuk kunjungan ke lokasi KKN.

Intinya, cari dosen sampai dapat. Untuk KKN ke Luar Jawa, biasanya sangat sulit menemukan dosen yang mau karena terkait dana. Bertanyalah ke beberapa pusat studi dan cari dosen yang mau. Biasanya, dari pusat studi satu dan yang lain saling terkait. Misalnya, apabila tidak ada dosen yang mau di sebuah pusat studi, maka dosen tersebut akan merekomendasikan dosen lain di pusat studi lainnya. Atau yang lain, bisa juga cari dosen di fakultas sendiri, atau dosen fakultas temen-temen se-tim.

6. Bikin proposal

Bersama temen-temen, buatlah proposal. Jangan lupakan informasi dan link yang didapat. Berdasarkan itulah, buat program-program KKN yang mungkin dilakukan. Terus kontak dengan orang yang mengerti betul keadaan desa tersebut, sehingga bisa tau potensinya dan mengembangkannya lagi dengan program-program KKN.

Untuk proposal, jangan lupa dengan bimbingan dosen. Terlebih dosen pengusul tema. Kalau dosen pengusul tema mengusulkan suatu usulan program, masukkan saja ke program KKN. Lebih bagus lagi, sebelum menghadap dosen, sudah bikin kasaran proposal, sehingga bisa dibenahi lagi. Atau, sambil cari-cari dosen, dan cari-cari temen yang mau gabung, bisa disambi bikin proposal.

7. Cari Mitra

Mitra ini adalah salah satu yang disyaraktan untuk KKN, baik KKN di Jawa atau Luar Jawa. LPPM mewajibkan minimal 3 mitra yang bersedia membantu. Cocokkan tema KKN dengan mitra yang akan dituju. Misal tema pariwisata, ya cari lembaga pariwisata, misalnya dinas pariwisata daerah tersebut, LSM-LSM pariwisata, dan lainnya. Mitra yang dituju juga harus jelas diminta bantuannya apa. Apabila selain program tema pariwisata, ada juga program-program pendukung semisal pendidikan, maka bisa juga masukkan ke lembaga pendidikan dan minta mereka bantu untuk itu.

Mitra ini bisa berasal dari Jawa, ataupun dari lembaga di lokasi KKN nanti. Bisa dari mana saja. Oya bisa juga dari perusahaan. Tapi, ada aturan LPPM untuk perusahaan yang akan jadi mitra: Tidak boleh ada logo perusahaan. Sebab, KKN adalah pengabdian, mungkin maksud LPPM adalah agar KKN tidak diekspos jadi media iklan. Teman saya yang KKN di Sumbawa pernah mendapat bantuan odol dan sikat gigi dari Unilever untuk program penyuluhan kesehatan gigi dan mulut. Tetapi, Unilever tidak memasang logo-logo, atau benda-benda promosi lainnya. Ini mungkin agak sulit jika perusahaan menginginkan publikasi atau semacamnya. Maka, pintar-pintar saja mencari mitra yang mau dengan sukarela tidak menginginkan publikasi atau nebeng promosi.

Mitra di sini, juga diartikan dana. Carilah mitra yang mau memberi bantuan dana. Kalau misalnya nggak dana, bisa juga untuk transport dikasi lgratis atau malah ebih murah. Atau, misalnya benda-benda yang dibutuhkan untuk berjalannya program KKN, sehingga program tersebut tidak mengeluarkan dana besar.

Saran aja, coba jadikan Kagama di lokasi KKN sebagai mitra. Biasanya, banyak alumni-alumni UGM di sebuah daerah, entah alumni S2 maupun S1. Dan rata-rata adalah orang-orang penting di sana, mereka pun akan dengan senang hati menerima kehadiran adik-adik angkatan untuk KKN di daerah tempat mereka bekerja.

8. Survei lokasi

Sudah sewajarnya untuk mensurvei lokasi KKN sebelum KKN betulan. Tetapi ada kalanya kendala di dana ketika KKN itu lokasinya jauh, apalagi ke luar Jawa. Memang mungkin ada juga tim KKN yang tidak survei sebelum KKN, tetapi saran saya lebih baik survei. Tidak bisa hanya mengandalkan sumber informasi dari penduduk di lokasi KKN nanti. Karena kadang-kadang lokasi itu salah persepsi. Ada baiknya, diliat sendiri lokasi KKN seperti apa. Setelah melihat lokasi, bisa jadi bahan masukan untuk proposal juga. Yang survei biasanya mahasiswa, dan nanti tinggal ceritakan ke dosen bagaimana lokasinya, supaya beliau juga mengerti.

9. Masukkan proposal

Ini adalah masa-masa penyaringan proposal KKN ke LPPM. LPPM yang berhak menerima atau menolak proposal tersebut.Biasanya, nanti akan dipublikasikan proposal apa saja yang masuk, dan akan dipublikasikan juga proposal yang diterima. Batas waktu juga akan diumumkan. Jangan sampai terlambat mengirimkan proposal. Walaupun kadang masih diterima proposal meski sudah terlambat dari batas waktu yang ditentukan, tetapi saya tidak menyarankan untuk terlambat.

10.Gol ke LPPM

KKN itu, yang penting adalah gol ke LPPM, setelah itu menjadi mudah untuk ke proses berikutnya. Setelah proposal diterima oleh LPPM, maka akan dijadwalkan dosen pengusul tema untuk presentasi di hadapan orang-orang LPPM. Maka, persiapkan dengan baik. Cek jadwal presentasi di web LPPM, lalu tanyakan kepada dosen, apakah beliau bisa presentasi pada jadwal yang telah ditentukan LPPM. Kalau dosen tidak bisa, segera urus perubahan jadwal presentasi. Awas! Jangan sampai tidak presentasi, karena bisa-bisa proposal yang telah lolos sebelumnya, menjadi ditolak. Pokoknya,pastikan dosen bisa hadir presentasi. Siapkan juga materi presentasi dengan baik, power poin dan bla-bla-blanya. Ingat: power poin berarti poin-poin. Jangan menjelaskan terlalu banyak seperti halnya paragraf di buku ketika di power point.

Biasanya, poin yang akan ditanyakan oleh LPPM ketika presentasi, terlebih ke Luar Jawa, adalah masalah dana. Siapa yang menanggung biaya? Makanya, persiapkan mitra juga pas bagian ini. Kalau-kalau ada mitra yang mau menyediakan dananya.

Kalau dosen saya, waktu ditanya LPPM, jawabnya: “nanti dari kantor saya yang akan menyediakan dananya. ” Perlu diketahui, dosen saya baik hati, sehingga beliau menyediakan dana, padahal dana yang tertulis di proposal kalau tidak salah, waktu itu sekitar 70-80 juta. Waktu itu, mitra kebanyakan menyumbang barang atau benda. Dan sekedar informasi, untuk dana, sebenarnya kantor dosen saya tidak banyak-banyak amat kok menyumbangnya. Tapi, yah namanya presentasi di hadapan LPPM juga haruslah meyakinkan dan realistis dananya.

Ingat! Jangan sampai di proposal menulis dananya keterlaluan, mungkin sampai 200 juta, dan belum tau dari mana, kalau ditanya pihak LPPM masih tidak tahu darimana dapat dananya.

11.  Kalau udah gol ke LPPM, terus….?

Proposal KKN yang disetujui, akan diumumkan kembali di web LPPM. Setelah itu, mahasiswa diharuskan input tema KKN di web i-kkn. Nanti mengenai urusan input-input ini akan diumumkan, dan jangan bingung. Pastikan teman-teman sekelompok menginput tema yang telah direncanakan tersebut. Jangan sampai ada teman yang tiba-tiba gabung ke kelompok lain. Kelompok teman saya, pernah ada teman yang pas masa input, sengaja tidak menginput tema-nya, dan malah input ke tema kelompok lain. Biasanya, akan ada orang-orang baru yang tidak dikenal sebelumnya, menginput tema KKN. Tetapi itu tidak masalah. Pertimbangkan klaster mereka dalam memutuskan : diterima atau ditolak.

12. Verifikasi data

Mahasiswa yang menginput suatu pilihan tema, harus diverifikasi datanya oleh dosen pengusul tema. Pentingnya negosiasi dengan dosen pengusul tema di sini. Kalau kelompok KKN sudah terbentuk sebelumnya, kasih tau dosen siapa saja teman-teman yang terdaftar, sehingga dosen bisa menolak orang di luar itu (kalau sudah kepenuhan).

Dosen akan dijadwalkan untuk datang ke LPPM menandatangani sebagai bukti persetujuan bahwa mahasiswa-mahasiswa itulah yang boleh ikut dengan timnya. Lihat jadwalnya, dan pastikan dosen bisa datang ke LPPM. Kalau misalnya dosen tidak bisa, segera negosiasikan dengan dosen kapan bisanya. Bisa juga, mahasiswa yang meminta daftar nama orang yang input tema tersebut, lalu diserahkan dosen untuk ditandatangani, lalu diserahkan ke LPPM lagi. Itu berlaku untuk semua tim KKN.

Kalau KKN ke luar Jawa, LPPM butuh kepastian bahwa mahasiswa tidak akan terlunta-lunta setelah tiba di tempat KKN. Maka, dosen bener-bener perlu datang ke LPPM. Di sana, kalau tidak salah, akan diberitau persyaratan tambahan apa saja yg dibutuhkan. Biasanya, surat berupa ijin orangtua dan kalau bisa pakai materai dan asuransi. Kalau ada, juga, surat dari mitra yang akan memastikan mengenai dana. Surat ijin orang tua sebaiknya pakai kata-kata “orangtua akan menanggung biaya hidup”, dan jika surat tidak pakai materai sebenarnya tidak apa-apa. Kalau asuransi, pakai saja asuransi GMC (pakai lembaran pemeriksaan GMC).Oya, sebelum berangkat KKN, akan ada pemeriksaan kesehatan di GMC.

13. Persiapan keberangkatan

Transportasi ada baiknya direncanakan jauh-jauh hari. Kalau-kalau ada calon mitra yang bisa dicoba, atau syukur-syukur memberi keringanan. Tetapi, kalau misalnya baru dipikirkan setelah gol semua ke LPPM, tidak apa-apa juga, walaupun jangan terlalu mepet waktunya. Transportasi kalau booking rame-rame sekelompok jatuhnya bisa lebih murah dan lebih nyaman. Bisa juga nego dengan pihak travel biar bisa diantar langsung ke lokasi KKN.

Pertimbangkan juga waktu tibanya. Kalau dari sini berangkat sore, sampai tujuan jam berapa? Kalau sampai tujuan malam hari, tidak mungkin langsung ke lokasi KKN, terus di mana? Lobi kepada mitra di lokasi KKN, agar mereka bisa pantau dan agar mereka bisa mempersiapkan diri setelah tim tiba di sana. Nggak tiba-tiba dateng, makbedundug tanpa kabar apapun.

Rumah pondokan juga salah satu hal yang penting. Setelah tiba, mau nginap di mana pas KKN? INi bisa diperbincangkan dengan penduduk ketika survei. Atau, bisa juga ada anggota tim KKN yang berangkat duluan, dan lobi-lobi kepada penduduk mengenai masalah tempat tinggal. Pokoknya,biar setelah sampai lokasi, bisa langsung tata-tata dan istirahat di rumah pondokan.

Mungkin itu saja tipsnya. Udah kepanjangan juga kayaknya. Yang perlu diperhatikan adalah LPPM. Siap-siap aja deg-deg-an kalau-kalau ada pengumuman apa-apa dari LPPM. Yang paling penting adalah konsisten untuk terus mewujudkan KKN sampai tiba di lokasi. Jangan berhenti di tengah. Yakinlah, setelah ada kesulitan ada kemudahan. Semoga berhasil. 🙂

 

Note: Nggak semua harus dilakukan. Bisa juga tinggal ikutin aturan LPPM, dan tinggal input tema KKN pada waktunya. Tetapi ini tidak menjamin, karena kita tidak tahu keadaan kelompok yang kita masuki. Kalau ternyata kelompok tersebut gagal berangkat KKN ke Luar Jawa? Atau, kalau sudah input tetapi ditolak oleh kelompok yang dimasuki. Kalau beruntung, bisa diterima di kelompok yang udah mapan dan jelas berangkat, serta teman-temannya terbuka menerima orang baru alias teman-temannya baik-baik. Harap diingat, kalau menggunakan cara ini, berarti tidak ikut langkah-langkah dari awal dan tidak ikut bersusah-susah dari awal juga. Kadang-kadang, ada yang sirik dan sebal dengan orang macam ini.

Iklan

7 thoughts on “Tips untuk KKN ke Luar Jawa

  1. Wah, saya tertarik. Sungguh. Boleh tanya-tanya lebih lanjut? Saya cari info tentang Anda dan tidak saya temukan di sini. Jadi, mungkin ada alamat email atau facebook atau nomer hape ataupun alat komunikasi lainnya yang bisa dihubungi? Terima kasih atas bantuannya, 🙂

    • halo. mau tanya apa? silakan ajukan pertanyaan di sini saja, nanti akan saya jabarkan. atau via twitter saja, bisa mention di @suararaa

    • ga perlu. tinggal nanti pas pndaftaran via online klik pilih kelompok mana. nanti kalo ga dapat, dijamin dicarikan lppm karna lppm bertanggungjawab utk itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s