Bisnis!


Bisnis adalah hal yang sudah saya lakoni sejak SMA. Sudah terhitung berbagai macam bisnis yang pernah saya jalani. Misalnya bisnis kosmetik, baju, pulsa, roti, donat, bunga, dan sekarang bisnis keripik kentang.

Semenjak menjalankan bisnis, ada hal-hal positif yang berubah dalam diri saya. Dulu saya emang rada-rada introvert, tetapi setelah mengenal bisnis, saya jadi extrovert. Urat malu saya mendadak putus dan nggak pernah malu-malu lagi nawarin barang.

Emang ya.. Kalau pikirannya tu dah tentang uang, apa pun jalan. Haha. πŸ˜€

Saya pun jadi nggak segan-segan menawarkan barang kepada orang-orang yang saya kenal. Saya juga belajar mengeliminasi orang-orang yang sepertinya-tidak-prospek (intinya tidak menilai orang berdasar penampilan). Dan memang pelanggan banyak datang bukan cuma dari teman dekat, tapi juga temen agak jauh atau temen jauh sekalian.

Selain itu, namanya penjual itu wajar kalo dapat kritikan pembeli. Mulai dari kritik yang lembut (yang sekedar saran atau masukan) sampe kritikan yang pedes dan dihina dina!

Mangkel? Ya jelas.

Tapi ya nggak mungkin dong sebagai penjual bales nyemprot juga. Ntar pelanggan saya pada lari kalau gitu. Walaupun di dalam hati dongkol setengah hidup dan pastinya saya juga misuh-misuh, tapi nggak mungkin semua itu saya keluarkan pada konsumen. Yang ada saya cuma senyum, bilang iya, dan bilang apa adanya. Intinya, saya jadi belajar sabar dan menghargai orang. Terutama menghargai para pedagang-pedagang itu. Haha ternyata berdagang itu sulit, bukan?

Nah, itu baru masalah pelanggan.

Belum masalah produsen yang rewel. Pernah saya ganti produsen gara-gara dia kurang ajar. Jadi gini, rekan bisnis saya udah pesen sejumlah barang dan sudah menyepakati harga untuk diambil pada hari yang ditentukan. Sebut saja kami hendak mengambil hari Jumat sore. Tiba-tiba pagi hari, si dia sms dan mengatakan bahwa tidak bisa diambil hari itu juga. Rekan saya marah-marah dan bilang pada si produsen kenapa tidak bisa padahal sudah pesan dari beberapa hari yang lalu. Ujung-ujungnya, pada hari itu, tengah malam, si produsen menghubungi rekan saya lagi. Dia bilang harganya naik beberapa ribu untuk tiap kemasan yang kami pesan. Kontan saya dan rekan-rekan saya naik pitam dibuatnya. Ini produsen kok kurang ajar dan menipu.

Ujung-ujungnya, si produsen menjanjikan hari Minggu sudah bisa stok lagi. Karena produksi kami jadi terhambat, kami terpaksa juga beli satu kemasan (padahal sebelumnya pesan beberapa). Hari Sabtunya pun, saya sudah ancang-ancang cari produsen lain. Alhamdulillah produsen yang baru lebih baik, lebih jujur dan lebih bisa terpercaya yang jelas! Semoga lancar, semoga lancar bisnis ini. Amiin.

Lain lagi masalah kalo konsumen ada di luar kota. Barang susah dianterin. Dan kadang-kadang kalo ditambah konsumennya cerewet setengah mati, tetep harus disabar-sabarin dan tetep tersenyum (lebih tepatnya memaksa tersenyum).

Masalah pengiriman barang ini jadi ribet lagi, kalau berurusan sama jasa pengirimnya. Saya udah sempat membandingkan beberapa jasa kirim yang ada. Alhamdulillah dapet juga yang lumayan. Mengenai pembahasan jasa kirim yang oke, saya akan bahas di postingan lain (kalau inget, hehe).

Ya, bisnis itu memang gampang-gampang susah.

Kalo kata dosen kewirausahaan, daripada memperkaya orang lain, memperkaya aja diri sendiri. Yang namanya orang bekerja itu pasti bekerja pada orang lain. Bekerja pada orang lain itu bukan untuk memperkaya diri sendiri, tapi memperkaya si pemilik perusahaan itu! See? Tujuan perusahaan didirikan adalah untuk memperkaya pemilik perusahaan. Maka, kalau jadi pekerja, ya tidak akan memperkaya diri sendiri. Jadilah wirausaha atau pebisnis sehingga bisa otomatis jadi pemilik perusahaan. Lagipula, kalau orang cari kerja, belum tentu dapat. Nah, kalau orang menciptakan pekerjaan? Pastinya terjadi sesuatu. Terlihat perbedaannya, kan?

Hm.. jadi, apakah ini berarti saya tertarik dengan bisnis? Sejauh ini emang tertarik. Tapi emang ada beberapa sifat saya yang bosenan sehingga menyebabkan berganti-ganti bisnis. Dan mungkin sikap saya yang kurang baik seperti kurang teliti sehingga kadang lupa-lupa ingat akna pengeluaran dan pemasukan. Saya berharap seiring berjalannya bisnis saya, sifat sifat buruk saya akan berubah. Sehingga saya maupun bisnis saya berkembang lebih baik.

AMiN.

Cheerss.. πŸ˜€

Iklan

2 thoughts on “Bisnis!

    • waduww,, tega banget ki ngomongnya…
      SULIT PUNYA USAHA YANG BESAR?????
      eh, halo, yaaa…… itu sejak SMA lho hingga sekarang lho. sekarang saya masih kuliah.. jadi ya rentang waktu berganti-ganti bisnsi emang relatif singkat dan Emangnya kenapa….??? ya nggak masalah kan nyoba2 bisnis kecil dulu…!?!?! minimal kan buat latian juga sebelum menseriusi bisnis apa yg kira2 cocok.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s