Don’t Stop (part 2)


Walaupun banyak badai menghadang, yang terpenting adalah jangan berhenti. Teruslah bertahan!!!

Setelah pengumpulan proposal KKN, saya dan teman-teman sempat lega sebentar. Kemudian ada pengumuman proposal yang masuk beserta jadwal persentasi dosen.

Diselingi itu, teman-teman KKN mulai banyak juga yang berguguran. Kadang-kadang sempat ditambah konflik yang bikin hati tersayat-sayat sedih. Beberapa kali saya hendak mundur dari rencana gila ini, dan berkali-kali saya berkata pada diri saya untuk menyerah. Tetapi teman saya menyatakan bahwa perjalanan ini hampir selesai.

Masa-masa persentasi adalah masa yang indah bagi saya dan juga teman-teman saya. Dosen kami sangat bisa diandalkan dan berkat itu pula proposal kami pun lolos, walaupun tidak dapat dana hibah. Tema KKN dan lokasi pun sudah terpampang di halaman web Lembaga XXX untuk siap dipilih. Alhamdulillah.

Ada saja kesedihan setelah kesenangan. Tak berapa lama,salah seorang teman kami terserang penyakit demam berdarah. Ini bukan perkara biasa ternyata. Ia dirawat di sebuah RS swasta yang memakan biaya banyak dan juga tidak ada kerjasama dengan universitas. Waktu saya tanya kenapa di RS tersebut, karena RS lainnya penuh! Setelah dia selesai dirawat, dia pun menyatakan mengundurkan diri. Satu orang mengundurkan diri lagi.

Menjelang masa-masa input ini, kami sudah mulai bicara mengenai rencana keberangkatan yang sudah dekat. Juga, memastikan orang-orang yang sudah berada dalam tim ini untuk input tema KKN yang sudah kami buat bersama.

Sayangnya, ada lagi yang mengundurkan diri. Hal ini sempat membuat saya stres dan depresi. Mana masa-masa ujian akhir semester telah semakin dekat. Semakin banyak keluhan-keluhan yang saya lontarkan. Saya hendak menyerah saat itu. Tetapi teman saya berkata (lagi-lagi) hal yang sama: Nanggung, sudah hampir sampai. Nanggung, sudah hampir berangkat. Katanya saat itu.

Saya bertahan (lagi).

Menjelang masa itu juga, salah seorang teman kami kecelakaan. Kami sudah cemas setengah hidup kalau dia batal ikut tim ini. Minimal jumlah orang yang dapat berangkat KKN adalah 20 orang. Sedangkan saat itu kami sudah 21 orang, nyaris. Tetapi alhamdulilah teman kami tetap bertahan. Belakangan, saat kami berangkat KKN, kakinya sudah sembuh dan gipsnya sudah dilepas.

Masa inputan telah berakhir. Total ada 34 orang yang mendaftar tema dan lokasi KKN milik tim kami. Padahal, saat menjelang input, jumlah total tim kami hanya 21 orang (sudah termasuk orang yang mengundurkan diri). Kami senang-senang saja, dan tentu saja kami seleksi mana anak baru yang akan kami terima di tim kami. Seleksi cuma berdasar kluster fakultas saja sebenarnya! Sebab saat itu kebanyakan kluster soshum, kekurangan kluster agro dan saintek, serta tidak ada kluster kesehatan.Jumlah dari kluster tersebut diharapkan seimbang.

Dari daftar nama-nama tersebut, ternyata harus diverifikasi dosen. Terutama untuk KKN luar jawa, dosennya harus datang ke kantor Lembaga XXX karena bakalan bertemu dengan seseorang di sana karena akan menanyakan mengenai masalah dana-dana dan lain sebagainya.

Masalahnya, Bapak dosen kami saat itu seharian tidak bisa ke Kantor Lembaga XXX. Beliau sampai malam rapat dan menyusun sesuatu-yang-saya-lupa-apakah-itu. Seharian itu, saya telpon-telpon antara orang di Lembaga XXX dengan Pak Aris. Itupun saya sambi mengerjakan tugas pengganti ujian yang dikumpulkan hari itu juga! Betapa ribetnya. Nah, berita buruk dari Lembaga XXX itu, kalau dosen tidak datang ke kantor Lembaga XXX sampai jam 6 sore hari itu, maka KKN kami terancam dibatalkan sepihak oleh Lembaga XXX tersebut.

Setelah mengumpulkan tugas akhir, saya dan teman-teman berkumpul di mesjid dekat kos salah seorang teman. Sambil pusing dan membahas pemecahan persoalan itu semua sampai malam. Padahal saya besoknya ujian. Bayangpun! Kami seharian menunggu balasan dari Pak Aris karena bagi kami yang sudah buntu itu betul-betul minta pendapat beliau mengenai permasalahan ini. Pak Aris akhirnya membalas sms, dan mengatakan beliau pulang sekitar jam 10 malam ke atas. Kami pun malam itu, ke rumah beliau.

Solusi dari beliau adalah beliau besok pagi-pagi jam 8 datang ke kantor Lembaga XXX tersebut. Syukur, alhamdulillah. Tema dan lokasi KKN kami pun lolos. Bahkan beberapa nama yang input dalam tema dan lokasi tim kami sempat dipeributkan oleh beberapa mahasiswa tim lain. Mereka mengklaim beberapa nama yang input ke tim kami sebagai mahasiswa yang ‘sudah mau’ pindah ke tim mereka. Bahkan petugas di Lembaga XXX sudah mencatat beberapa nama tersebut sebagai anggota tim mereka. Untungnya ada Pak Aris, yang bernegosiasi dengan mereka dan tentu saja orang-orang di Lembaga XXX akan memutuskan sesuai apa kata Pak Aris.

Akhirnya… saya (dan juga teman-teman) bisa juga berangkat ke Lombok. Sekitar beberapa hari (tidak sampai seminggu) setelah ujian akhir semester, kami berangkat dengan bis jurusan Jogja-Mataram. Di sana pun kami disambut baik oleh mitra kami, Dinas Pariwisata Lotim, dengan diinapkan di wisma haji, baru kemudian keesokan hari diantar ke lokasi KKN. Di lokasi KKN, di depan gerbang desa, terpampang tulisan “Selamat datang mahasiswa KKN Universitas GM”, dan saat itu pula langsung upacara penyambutan (berikut beserta bawaan kami yang seabrek-abrek diletakkan di kantor Desa).

Kunci dari setiap usaha adalah : Jangan berhenti. Alhamdulillah, Allah telah memberikan pelajaran berharga. Ternyata kalau memang terus, jalan terus,, nanti jalannya akan kelihatan. Sedikit-demi sedikit. Sama seperti perumpamaan kita naik mobil di malam hari. Lampu mobil hanya menyinari beberapa meter ke depan. Tetapi jika tau mana yang dituju, maka tentu akan sampai. Begitupun cita-cita. Walaupun tidak tahu bagaimana mencapainya, asalkan tau mau ke mana, maka jalan itu akan nampak sedikit demi sedikit, asalkan terus berjalan! šŸ™‚

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s