Tips memilih….?


Ehem, sebelumnya mungkin biarkan aku tertawa geli sejenak.. Begini, beberapa waktu lalu ada seorang temanku yang menulis di blognya mengenai tips memilih pasangan hidup (karena temanku laki-laki, maka dia sepemahamanku, sih, judulnya jadi , “tips memilih istri”). Ya judulnya sih tips memilih pasangan hidup baik istri maupun suami. Tapi… tetep aja kok lebih mengarahnya ke ‘istri’. Kenapa? Karena temanku yang nulis laki-laki! Jihahahaha πŸ˜€

Apa sih yang membuat lucu? Nggak lucu, sih, tepatnya geli. Hehe :P. Kok? Ya.. gimana ya,, secara itu tulisan jadi rame banget banyak yang komen nggak setuju atas tulisan itu, dan komentatornya kebanyakan wanita! Ciahahhahahah :)) Tambah ketawa geli, nggak, sih? Coba, dinalar aja, lah, itu tulisan dengan judul ‘tips memilih pasangan’ yang jelas ditulis seorang laki-laki, dan dikomentari oleh kebanyakan teman-temannya yang perempuan dengan nada protes. Gimana? Ngerti, kan, maksudku? πŸ˜› *kalau masih nggak ngerti, tulis komen aja di bawah tulisan ini, ntar aku balesin, ahhahaha πŸ˜€ ).

Oke, oke, apa sih yang membuat sebagian besar teman-temannya itu protes? Hm, ini aku coba menuliskan ulang poin-poin yang temanku syaratkan untuk menjadi istrinya.

  • Bisa memasak
  • Berkepribadian terbuka
  • Tidak memiliki riwayat penyakit keluarga yang keluarga anda telah memilikinya
  • Tidak rendah perawatan diri
  • Periang

Seseorang kalau ingin memiliki pendamping yang seperti itu, tentunya ia juga harus seperti itu juga dong. Ya kan biar adil, ya nggak sih?

Coba misalnya poin harus bisa masak. Otomatis si temanku itu tentu harus pintar dong urusan rumah tangga bagian pertukangan? Ya nggak? Enggak adil lah kalau dia mengharap istri pintar masak, tapi dia nggak bisa ngurusi urusan pertukangan rumah tangga. Urusan pertukangan rumah tangga ini sederhana kok: misalnya benerin genteng, memasang lampu, benerin kran air bocor, mengganti pipa air, memperbaiki setrika, memperbaiki mesin cuci,menambal ban,Β  dll. Ya nggak harus semua kemampuan pertukangan, tapi minimal dia bisa lah sedikit. Masak sih nanti kalau udah berumah tangga sedikit-sedikit manggil tukang? Tukang ledeng, lah, tukang sedot wc, lah, dll. Padahal dianya sendiri ngeharapin istrinya yang masak, bebersih rumah, dll. Ya, nggak?

Masalah berkepribadian terbuka, nih.. Kalau dari sudut pandang wanita ya, yang namanya ia menceritakan sesuatu hal tentu harus pada orang yang sangat dekat dan sangat bisa dipercaya. Emang sih pasangan hidup mestinya jadi orang dekat yang bisa dipercaya. Kalau seorang lelaki merasa pasangannya kurang terbuka, bisa jadi itu karena sebab dirinya sendiri. Harus instropeksi dong.Β  Apalagi wanita itu metode bercurhatnya dengan keluh-kesah. Kadang-kadang si lelaki merasa ingin menghiburnya, sehingga ia bilang, “udahlah, nggak usah dipikirin,” atau “udahlah, lupain aja, gitu aja kok repot.” Bagi wanita yang baru aja mau cerita, tiba-tiba dia akan langsung bungkam. Batal deh dia terbuka. Kadang-kadang juga si lelaki malah merasa istrinya menyalahkan dirinya ketika istrinya berkeluh kesah. Sebagai contoh, istrinya sedang kelelahan karena urusan pekerjaan atau karena ada masalah di kantor. Ia berkeluh kesah sebagai prolog curhatnya. Tapi lelaki kadang menanggapinya dengan kata-kata,” Apa? capek? Seharusnya aku yang bilang begitu,” atau “Kemarin kan udah udah aku bantuin seharian, masih kurang apa?”. Maka si istri akan terdiam, atau malah terjadi pertengkaran. Batal deh dia terbuka pada pasangannya.

Poin ketiga dari tulisan temenku : jangan ada kesamaan penyakit atau riwayat penyakit. Hm.. aku nggak bisa komentar apa-apa nih, habisnya temanku yang nulis itu kan, dokter! Mungkin nggak baik juga kali ya seorang yang punya riwayat penyakit asma menikah dengan orang yang punya alergi dingin dan debu. Bisa jadi anaknya ntar sakit-sakitan, kan?

Menjaga diri itu penting kan ya? Tapi liat deh, berapa banyak sih orang yang rela menunda makan dan akhirnya nanti setelah beberapa bulan terkena penyakit maag? Berapa banyak sih orang yang suka begadang malam-malam padahal tidak ada hal mendesak yang harus dilakukan? Berapa banyak orang yang tidak rajin mandi demi suatu alasan yang mungkin tidak begitu penting. Sikat gigi pun kadang cuma sehari sekali itu aja pulang ke rumah langsung molor. Mandi sekali sehari, tiap hari libur tidak pernah bangun pagi, kamar mandinya penuh lumut, kamar kostnya penuh sarang laba-laba, baju rendamannya terendam hingga berhari-hari. Wow!!! Bisa dibayangkan rumah tangga yang berisi orang-orang seperti itu? Oke lah aku setuju dah dengan temenku, untuk poin ini. Seseorang harus menjaga dan merawat dirinya sendiri sebelum dia menjaga dan merawat orang lain. Berumah tangga itu tentunya menjaga dan merawat orang lain, kan? Tapinya (kalau mau mengkhayal seperti cerita manga Nodame Cantabile) ada nggak ya yang perempuannya seperti si Nodame (tokoh utama dalam manga Nodame Cantabile) itu jorok, makanan berjamur, sampah di mana-mana, baju banyak yang masih direndam; tapi si suami ini tipe yang ‘cling’ banget (Chiaki, pasangan Nodame), yang dia itu rapi danΒ  selalu bersih!

Ehem, mengenai poin periang, nih. Mungkin temanku itu orang yang butuh orang periang di sisinya supaya dapat menghiburnya? Kalau kata temenku di blognya sih, begini: “Orang yang memiliki sense of humor yang tinggi biasanya lebih feksibel dan mampu melihat segala sesuatu dari sisi positif. Jadi bukan hanya merengut ketika mendapat masalah, tapi juga bisa tetap tertawa dan segera bangkit kembali.” Yeaa, tapi kan ada juga lho orang yang pemurung. Orang pemurung justru butuh orang periang, dong untuk memperingan hidupnya. Ya, nggak? Jadi ya nggak harus orang periang ntar pasangannya orang periang juga. Hehehe πŸ˜€

Ngomong-ngomong, dari tadi bicarain orang lain melulu ya? Kalau aku sendiri gimana? Rahasia dong. Kalau ada yang nanya baru aku ntar jawab! πŸ˜›

Iklan

3 thoughts on “Tips memilih….?

  1. Kok enak ya mbak alasannya?hehe
    Kalo udah jatuh cinta pasti bisa menerima apa adanya.
    Itu jawaban pragmatis ato jawaban idealis? πŸ‘»πŸ‘»

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s